Pages

17 Dec 2014

Apa Itu Peristiwa Y2K (Year 2000 Kilo) ???


Masalah Tahun 2000 atau lebih dikenal dengan singkatan Inggrisnya Y2K (Year 2 Kilo) adalah kesalahan perhitungan oleh komputer yang disebabkan oleh sistem penyimpanan tanggal yang hanya menyediakan dua digit untuk tahun, dengan asumsi bahwa kedua digit pertama adalah “19”. Hal ini dilakukan di tahun 60-an ketika komputer pertama dirancang untuk menghemat media penyimpan, tapi ketika tahun baru 2000 tiba, komputer dapat menunjukkan tanggal yang berubah dari 31 Desember 1999 ke 1 Januari 1900.
Kesalahan ini dikhawatirkan akan menyebabkan bencana besar karena komputer juga digunakan untuk mengatur fasilitas-fasilitas penting seperti PLTN dan pesawat terbang. Sebagai akibatnya banyak perusahaan di seluruh dunia mengadakan pembaharuan di bidang komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras untuk mencegah hal ini. Walaupun kemudian terbukti bahwa tidak ada bencana besar yang memakan korban jiwa, Y2K menyebabkan cukup banyak kesalahan, misalnya kartu kredit yang ditolak karena masa berlakunya habis tahun 2000, tapi dibaca komputer sebagai 1900.
da beberapa catatan yang menarik pada penutupan tahun 1999 untuk dunia
Information Technology (IT). Kekuatiran menghadapi Year 2 Kilo (Y2K) atau
dikenal juga dengan istilah millennium bug sedemikian menghantui masyarakat
di belahan dunia mana pun.
Walaupun tahun 1999 dapat meninggalkan kita dalam keadaan tenang, tetapi
banyak para pakar IT yang memprediksikan bahwa serangan ‘kutu millennia’
tersebut belum mencapai puncaknya. Jadi bagi para pengguna komputer diharap
waspada terhadap virus komputer. Dan jangan lupa bahwa komputer dan
peralatan listrik di kantor Anda belum dinyalakan karena Anda sedang libur,
bukan?
Karena dapat dimungkinkan setelah Anda menghidupkan komputer, ternyata
software atau hardware Anda tidak bebas Y2K. Atau di hard disk Anda sudah
berhimpun virus-virus yang siap ‘memakan’ seluruh data anda. Tetapi catatan
ini bukannya untuk membuat Anda semakin paranoid untuk menyalakan komputer
Anda saat mulai masuk kerja nanti, melainkan hanya mengingatkan bahwa kita
belum saatnya untuk merayakan ‘kemenangan’.
Dalam kesempatan ini pula detikcom telah menghubungi nara sumber yang dapat
mewakili dua buah perangkat lunak sistem operasi yang paling banyak
digunakan orang, yaitu Microsoft Indonesia (MI) dan Linux. “Seluruh jajaran
Microsoft di seluruh negara di belahan mana pun di dunia telah menyatakan
green code yang berarti tidak ada masalah dengan semua infrastruktur
Microsof,” ujar Ari Kun Widodo, Technical Support Group Manager MI kepada
detikcom di Jakarta, Sabtu (1/1/2000).
Dijelaskan oleh Ari bahwa untuk sampai saat ini MI belum menerima laporan
dari masyarakat, untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana Y2K yang
akan datang pada hari Senin (3/1/2000). Untuk itu MI akan memperpanjang
waktu siaganya hingga hari Selasa (4/1/2000). “CEO Microsoft Bill Gates,
akan mengadakan wawancara ekslusif live melalui saluran CNN dengan Larry
King Show pada pukul 18.00 PST atau pukul 09.00 WIB,” ujar Ari. Semua hal
tersebut menandakan bahwa Microsoft memiliki penghargaan yang tinggi
terhadap pengguna software buatannya.
Di lain pihak Penasihat Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Akbar M
Marwan mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan masalah-masalah yang
menganggu kinerja software & hardware yang diakibatkan oleh sistem operasi
Linux. “Kami belum menerima keluhan dari pihak mana pun sehubungan dengan
pemakaian Linux di beberapa instansi pemerintah maupun swasta,” jelas Akbar
saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/1/2000). “Yang jelas, Linux telah
jauh-jauh hari mengeluarkan statement Y2K Compliant di site-site
distributornya,” tambah Akbar.
Untuk menutup catatan Y2K ini, mencoba menyajikan beberapa
kesalahan-kesalahan yang timbul saat melewati pergantian millennia yang
dirangkum dari berbagai sumber.
1. DELAWARE, AS – Mesin slot
Mesin slot di beberapa arena balap Delaware mati total dan diyakini
diakibatkan penanggalan menjadi 1 Januari 1900. Mesin-mesin tersebut
sekarang sudah diperbaiki dan berjalan normal kembali.
2. PARIS, Perancis – Peta Cuaca Kacau
Peta Cuaca kacau ketika melewati tahun 1999 menjadi tahun 19100. Kesalahan
tersebut dapat dengan segera diperbaiki
3. SYDNEY, Australia – Mesin Tiket Macet
Mesin tiket di beberapa bis di Australia tiba-tiba macet. Kesalahan tersebut
juga dapat diperbaiki segera.
4. TOKYO, Jepang – PLTN Bermasalah
Jepang melaporkan kerusakan kecil pada komputer yang terhubung dengan alat
monitor radiasi pada kedua PLTN nya. Tetapi ditegaskan bahwa tidak ada
masalah yang serius untuk menutup PLTN tersebut.
5. Amerika Serikat – Sistem Jam Pembangkit Listrik Mati
Delapan pembangkit listrik di kawasan timur dan midweast mengalami masalah
pada sistem jam di komputernya, ketika melewati tengah malam GMT. Tetapi
seluruh kinerja tidak terganggu dan masalah dapat diperbaiki segera.
6. Jakarta, Indonesia – Display BI Salah Tanggal.
Display yang dipasang BI sempat mengalami kesalahan membaca tahun. Saat
melewati pukul 00.00 WIB, display bukannya menunjukkan angka 2000 tetapi ke
angka 1900. BI pusat di Jakarta sebelum melakukan perbaikan dengan display
tersebut, terlebih dahulu menghubungi kantor-kantor mereka di daerah untuk
memeriksa segala kemungkinan yang dapat terjadi karenaY2K. Setelah semua
dikonfirmasikan beres, akhirnya kesalahan tersebut dapat diperbaiki.
Demikian sedikit catatan detikcom untuk menutup tahun 1999 di muka bumi ini
yang digoncangkan dengan isu Y2K.
Akan Tetapi bnyak juga yang berpendapat bahwa dampak Y2k terlalu dibesar-besarkan. Seperti yang tertulis pada koran kompas tanggal 10 januari 2000
Musibah, kehancuran, atau kekacauan akibat terjadinya masalah Y2K (year two kilo atau tahun 2000) selama ini terasa dibesar-besarkan. Meskipun sebenarnya problem komputer akibat millennium bug itu memang ada dan komputer atau peralatan elektronik yang peka terhadap tahun dan tidak siap menghadapinya akan terkena dampaknya, kekacauan yang terjadi tak sebesar yang digembar-gemborkan. Demikian Onno W Purbo, pakar Internet ITB dan Andreas Eddy Susetyo, pakar Y2K perbankan yang dihubungi dalam kesempatan yang berbeda di Jakarta pekan lalu.
“Sebenarnya kalau dari sisi komputer masalah Y2K memang benar-benar ada. Teman-teman yang masih memakai prosesor 286 dan 386, terkena dampak Y2K ini. Mesin-mesin faksimile lama juga dijamin kena masalah itu. Cuma pada mesin faksimile, paling tanggalnya saja yang kacau,” kata Onno.
Dampak Y2K juga terjadi pada satelit mata-mata Amerika Serikat, meskipun akhirnya bisa berfungsi kembali setelah dua hari gagal diakses. Peristiwa ini terjadi pada malam pergantian tahun berdasarkan waktu GMT (Greenwich Mean Time)-waktu yang digunakan oleh militer AS-di mana sistem kendali di darat tidak mampu memroses informasi dari satelit-satelit militer.
“Apa yang terjadi pada bank lokal di Jerman, yang menyebabkan terjadinya perubahan jumlah tabungan nasabah, jelas merupakan kegagalan menghadapi Y2K,” tambah Andreas.
Sementara dampak Y2K di Indonesia masih belum terungkap secara luas, karena tidak menyangkut sistem yang luas.
Jepang Dampak Y2K dalam skala yang agak besar justru terjadi di Jepang, di mana dilaporkan terjadi enam gangguan millennium bug pada sistem pembangkit listrik bertenaga nuklir. Dari keenam gangguan ini, tiga di antaranya berkaitan dengan operasi pembangkit itu dan sisanya hanya menyangkut paralatan penunjangnya.

Tiga kasus Y2K berkaitan dengan operasi pembangkit nuklir itu, namun tidak berakibat pada keamanan operasi PLTN di Jepang. Laporan pertama terjadi pada PLTN Onagawa, di belahan utara Jepang, di mana sebuah alat pengukur temperatur air laut tidak berfungsi dan alarm berbunyi selama dua menit ketika memasuki tahun 2000.
Pada PLTN di Shika, Jepang sebelah barat, sistem monitor temperatur dan radiasi berhenti menampilkan data setelah sistem pewaktu dalam program meloncat ke tahun 2099. Penyebab gangguan ini sama dengan yang terjadi di Onagawa, saat memasuki tahun 2000 komputer membaca sebagai 2099.
Pada pukul 8.58, tanggal 1 Januari 2000, posisi batang pengendali reaktor nomor dua pada PLTN Fukushima, Jepang timur tidak bisa menunjuk dengan benar, karena tiga pewaktu GMT menunjuk tahun 2000 sebagai 2036.
Sementara ketiga masalah millennium bug lainnya berkaitan dengan program piranti lunak yang dirancang secara otomatis mencatat sejarah sistem pembangkit tenaga nuklir.
Dibesar-besarkan Banyak kondisi seperti di Jepang atau bahkan seperti Amerika Serikat yang langsung dianalogikan dengan negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Maka tidak mengherankan apabila kemudian muncul isu yang dibesar-besarkan seperti skenario kehancuran akibat Y2K.

“Dengan skenario seperti itu, terpaksalah investasi macam-macam untuk mengantisipasi Y2K. Apalagi dengan skenario peer-pressure negara berkembang disudutkan negara maju secara internasional. Kalau tidak comply Y2K, negara maju tidak mau transaksi. Pusinglah pemerintah. Jadi ini pinternya bank-bank seperti Bank Dunia untuk memberi utangan baru buat mengatasi Y2K. Sialnya rakyat lagi yang kebagian bayar utang,” kata Onno.
Ancaman-ancaman dari negara maju juga dialami Andreas yang mewakili Indonesia dalam kelompok Global 2000, lembaga internasional yang beranggotakan lembaga keuangan dunia. Saat Indonesia mengalami krisis moneter dan disusul berbagai kejadian penting dalam masalah politik, dunia tidak tahu persiapan yang sudah dilakukan Indonesia sehingga dikecam sebagai salah satu negara yang tidak siap.
“Sebenarnya kekhawatiran mereka itu bukan semata-mata menakut-nakuti, tetapi lebih pada tindakan pencegahan. Karena kalau hal itu tidak dipersiapkan sama sekali, bisa terjadi kekacauan sungguhan,” kata Andreas yang pernah ditunjuk sebagai koordinator menghadapi Y2K dari kelompok Perbanas.
Kekhawatiran itu sebenarnya lebih tepat diungkapkan jauh-jauh hari sebelum terjadinya Y2K dan itu lebih ditujukan untuk menggerakkan kesadaran para pengambil keputusan terhadap masalah ini, karena memang ada dan tidak dapat disepelekan.
Setelah disiapkan, pengujian pun terus dilakukan, termasuk sebelum dan sesudah pergantian tahun yang menjadi saat-saat paling penting. Bank Niaga misalnya, melakukan pengujian seperti ATM, pertukaran data antar-cabang, dan pertukaran data internasional yang berkait dengan Visa dan Master Card. Semua berhasil dilakukan tanpa gangguan Y2K.
Apapun yang benar,  apakah dampaknya dibesar-besarkan atau tidak, bencana y2k benar-benar terjadi. Ini membuktikan bahwa manusia dan seluruh kreasinya tidak luput dari kesalahan apapun. Kesempurnaan hanya milik Tuhan yang Maha Esa

0 comments:

Post a Comment